Di era
digital yang berkembang pesat ini, keterampilan coding menjadi semakin penting.
Bahkan, keterampilan ini sudah mulai diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia
sekolah dasar (SD). Belajar coding di SD bukan hanya tentang mempersiapkan
anak-anak untuk karir di bidang teknologi, tetapi juga tentang mengembangkan
keterampilan penting yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, mengatakan
akan meleburkan mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan atau
artificial intelligence (AI) di kurikulum pelajaran tingkat SD pada tahun
ajaran mendatang. “Dilaksanakan mulai tahun ajaran 2025-2026 sebagai mata
pelajaran pilihan,”.
Untuk saat ini Kemendikbuddasmen belum menetapkan
kurikulum dan juga penerapan coding tersebut dalam suatu peraturan maupun dalam
suatu juknis, tidak ada salahnya mari kita cari tahu apa itu coding ? apa
manfaatnya ? Bagaimana cara penerapannya? Contoh proyek coding ? dan Tantangan
apa saja yang nanti dihadapi ?. Yuk kita simak sedikit penjelasan di bawah ini
...
Coding, atau pemrograman komputer, adalah proses menulis instruksi atau
perintah yang akan dijalankan oleh komputer. Instruksi-instruksi ini ditulis
dalam bahasa pemrograman, yang merupakan bahasa khusus yang dapat dipahami oleh
komputer.
Berikut
adalah penjelasan lebih rinci:
- Bahasa Pemrograman:
- Komputer tidak memahami bahasa
manusia. Oleh karena itu, kita menggunakan bahasa pemrograman untuk
berkomunikasi dengan komputer.
- Ada berbagai jenis bahasa
pemrograman, seperti Python, Java, JavaScript, dan C++. Setiap bahasa
memiliki aturan dan sintaksnya sendiri.
- Instruksi:
- Instruksi-instruksi yang
ditulis dalam bahasa pemrograman memberitahu komputer apa yang harus
dilakukan.
- Instruksi-instruksi ini dapat
berupa operasi matematika, manipulasi teks, atau pengendalian perangkat
keras.
- Program Komputer:
- Kumpulan instruksi yang ditulis dalam bahasa
pemrograman disebut program komputer.
- Program komputer dapat digunakan untuk membuat
berbagai macam perangkat lunak, mulai dari aplikasi sederhana hingga
sistem operasi yang kompleks.
- Proses Coding:
- Proses coding melibatkan
penulisan, pengujian, dan perbaikan kode program.
- Seorang programmer harus
memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa pemrograman dan logika
pemrograman.
Secara
sederhana, coding adalah cara kita berbicara dengan komputer dan memberikan
perintah agar komputer melakukan tugas-tugas tertentu.
Manfaat
Belajar Coding di SD
- Mengembangkan kemampuan
berpikir logis dan sistematis: Coding mengajarkan anak-anak untuk memecahkan masalah
dengan pendekatan yang terstruktur dan logis. Mereka belajar untuk memecah
masalah besar menjadi komponen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.
- Meningkatkan kreativitas: Meskipun coding tampak sangat
teknis, aktivitas ini sebenarnya sangat merangsang kreativitas. Anak-anak
dapat menciptakan permainan, animasi, atau cerita interaktif mereka
sendiri melalui coding.
- Membangun ketahanan dan
ketekunan: Selama
proses coding, anak-anak sering kali menghadapi berbagai tantangan dan
kesalahan. Pengalaman ini mengajarkan mereka untuk tidak mudah menyerah
dan terus berusaha hingga mencapai keberhasilan.
- Persiapan untuk masa depan: Pekerjaan yang berkaitan
dengan teknologi diprediksi akan terus berkembang di masa mendatang.
Memberikan pengenalan dasar coding sejak dini akan membantu anak-anak
mempersiapkan diri untuk dunia kerja di masa depan.
- Mendorong kerja sama: Banyak proyek coding dilakukan
dalam kelompok, yang mendorong anak-anak untuk berkolaborasi,
berkomunikasi, dan bekerja sama dalam tim.
Cara
Menerapkan Pembelajaran Coding di SD
- Mulai dari yang sederhana:
Awali dengan konsep dasar pemrograman seperti memberikan instruksi,
membuat algoritma sederhana, atau menggunakan blok-blok coding visual.
- Gunakan alat yang menyenangkan:
Ada banyak alat dan platform pembelajaran coding yang dirancang khusus
untuk anak-anak, seperti Scratch, Blockly, dan Tynker.
- Buat proyek yang relevan: Buat
proyek-proyek coding yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak,
misalnya membuat game sederhana, animasi, atau mengendalikan robot.
- Dorong kolaborasi: Dorong anak-anak untuk bekerja
sama dalam proyek coding. Hal ini akan membantu mereka belajar berkolaborasi dan saling
membantu.
- Libatkan guru dan orang tua:
Guru dan orang tua perlu memiliki pemahaman dasar tentang coding agar
dapat memberikan dukungan kepada anak-anak.
- Membuat animasi sederhana:
Anak-anak dapat membuat animasi karakter yang bergerak atau berinteraksi.
- Membangun game sederhana:
Mereka dapat membuat game sederhana seperti game lompat-lompatan atau
puzzle.
- Mendesain website sederhana:
Anak-anak dapat belajar membuat website sederhana dengan menggunakan HTML
dan CSS.
Tantangan
dalam Implementasi Pembelajaran Coding di SD
- Keterbatasan sumber daya: Tidak
semua sekolah memiliki akses ke komputer dan perangkat lunak yang
diperlukan untuk pembelajaran coding.
- Kurangnya pelatihan guru:
Banyak guru yang belum memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup
untuk mengajarkan coding.
- Kurikulum yang padat:
Menambahkan pembelajaran coding ke dalam kurikulum yang sudah padat bisa
menjadi tantangan.
Kesimpulan
https://www.tempo.co/sains/coding-akan-masuk-kurikulum-sd-mengenal-proses-pemrograman-ini-1168178








0 comments:
Posting Komentar