Jumat, 15 Agustus 2025

KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL

 KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL


Sebagaimana kita ketahui, arah kebijakan pendidikan saat ini menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi tersebut adalah melalui transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi krusial bagi kemajuan bangsa di era digital ini.

 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah merilis Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial yang menjadi landasan filosofi. Naskah akademik ini menggarisbawahi pentingnya integrasi Koding dan KA dalam proses pembelajaran yang memberdayakan guru dan murid untuk menjadi inovator di masa depan.

 

Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan digital adalah dengan penguatan literasi digital, koding, dan kecerdasan artifisial (KA) dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Integrasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KA) dalam pendidikan memungkinkan penggunaan teknologi secara maksimal untuk mendukung pembangunan nasional. Dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, pembelajaran ini mengasah keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah, yang sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing di tingkat global.

 

Mata Pelajaran Koding dan KA bertujuan untuk memampukan peserta didik:

1.     terampil berpikir komputasional untuk menciptakan solusi atau penyelesaian persoalan secara logis, sistematis, kritis, analitis, dan kreatif;

2.     cakap dan bijak sebagai warga masyarakat digital yang literat, produktif, beretika, aman, berbudaya dan bertanggungjawab;

3.     terampil mengelola dan memanfaatkan data;

4.     terampil berkarya dengan menghasilkan rancangan atau program melalui proses koding dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.

 

Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial adalah sebagai berikut:

 

Elemen

Deskripsi

Berpikir Komputasional

Keterampilan problem solving yang berjenjang melalui pemodelan dan melalui simulasi untuk menghasilkan solusi efektif, efisien, dan optimal yang dapat dijalankan oleh manusia atau mesin meliputi penalaran logis, kritis, dan kreatif berdasarkan data, baik secara mandiri maupun berkolaborasi.

Literasi Digital

Kecakapan bermedia digital dengan fokus produksi dan diseminasi konten digital, dengan memahami etika dan keamanan digital.

Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

Mengetahui konsep dasar KA, bagaimana KA bekerja, manfaat dan dampak KA, serta sikap kritis dan etika dalam pemanfaatan KA

Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial

Kemampuan memanfaatkan KA untuk penyelesaian masalah dan peningkatan efisiensi, serta menciptakan dan memperbaiki sistem KA

Algoritma Pemrograman

Mengembangkan solusi dari berbagai persoalan dengan membaca bermakna dan menulis teks algoritmik terstruktur (logis, sistematis, bertahap, konvergen, dan linier) menjadi kumpulan instruksi berdasarkan paradigma pemrograman

yang menaik secara bertahap dan berjenjang, dapat dikerjakan secara mandiri atau berkolaborasi dengan yang lain.

Analisis Data

Kemampuan untuk menstrukturkan, menginput, memproses (antara lain menganalisis, mengambil kesimpulan, membuat keputusan, dan memprediksi), dan menyajikan data.

 

Mata pelajaran KKA berkontribusi mewujudkan dimensi profil lulusan agar peserta didik memiliki nalar kritis, kemampuan bekerja mandiri, berkomunikasi dan berkolaborasi secara daring merupakan kemampuan penting sebagai anggota masyarakat abad ke-21. Peserta didik juga memiliki kewargaan yang baik, serta menjaga keseimbangan hidup dan kesehatan di ruang digital. Peserta didik diharapkan dapat menjadi warga digital (digital citizen) yang beretika dan mandiri dalam berteknologi informasi, sekaligus menjadi warga dunia (global citizen) yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.

 

Pada jenjang sekolah dasar, hingga modul ini dibuat, belum ada mapel Informatika baik wajib maupun pilihan, sehingga mapel KKA diselenggarakan tanpa harus membandingkan dengan Informatika. Namun di kelas 7 hingga kelas 10, di mana Informatika wajib di seluruh sekolah, pendidik perlu untuk memastikan supaya tidak ada materi yang berulang, khususnya untuk elemen Berpikir Komputasional (BK) dan Literasi Digital (LD). Untuk kelas 11-12, di mana Mapel Informatika dan Mapel KKA sama-sama mapel pilihan, jika keduanya diambil pada sebuah sekolah, maka pendidik penting untuk memastikan setiap elemen baik Berpikir Komputasional (BK), Literasi Digital (LD), Algoritma dan Pemrograman (AP) maupun Analisis Data (Data), tidak berulang.

Mapel KKA yang sifatnya pilihan dan spesifik bagi sekolah yang memiliki kemampuan, lebih diarahkan untuk bisa membangun keterampilan praktis bagi peserta didik sehingga aktivitasnya tidak berhenti dalam kegiatan unplugged namun bisa eksplorasi lebih jauh dengan aktivitas plugged menggunakan berbagai perangkat baik yang tersambung ke internet maupun tidak.

 

Koding :

 

Koding adalah proses mengonversi keinginan manusia menjadi format yang dapat dipahami oleh komputer menggunakan bahasa pemrograman. Koding juga merujuk pada sub-aktivitas dalam pemrograman atau pemberian instruksi kepada komputer dalam berbagai bentuk seperti PC, server, perangkat IoT, robot dan lainnya, yang menerapkan solusi yang dirumuskan melalui berpikir komputasional.

 



 

Koding dan pemrograman adalah dua istilah yang saling terkait, namun keduanya memiliki perbedaan sesuai dengan konteksnya. Koding merupakan proses mengkonversi ide, keinginan, atau solusi menjadi instruksi yang dapat dipahami dan dijalankan oleh sebuah komputer menggunakan bahasa pemrograman. Di sisi lain, pemrograman mencakup semua siklus pengembangan perangkat lunak, mulai dari perencanaan, analisis, desain, pengimplementasian, pengujian, hingga pemeliharaan sistem (McConnell, 2004). Dengan kata lain, seluruh proses pemrograman mencakup koding, tetapi tidak terbatas pada koding itu sendiri.

 

Kecerdasan Artifisial:

 

Para ahli memiliki berbagai definisi terkait kecerdasan artifisial (KA), tergantung pada perspektif masing-masing. Kaplan dan Haenlein (2019) mendefinisikan KA sebagai kemampuan sistem untuk secara akurat menginterpretasikan data eksternal, belajar dari data tersebut, dan menerapkan pembelajaran tersebut untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas tertentu. Sementara itu, Poole dan Mackworth (2010) mengartikan KA sebagai bidang kajian yang fokus pada sintesis dan analisis agen komputasional yang dapat bertindak dengan cara yang cerdas. Russell dan Norvig (2010) lebih lanjut mendefinisikan KA sebagai studi tentang agen cerdas yang mampu menerima persepsi dari lingkungan dan mengambil tindakan. Agen tersebut dapat melakukan proses berpikir seperti manusia (thinking humanly), bertindak seperti manusia (acting humanly), berpikir secara rasional (thinking rationally), dan bertindak secara rasional (acting rationally).

 

Dalam konteks ini, KA mengacu pada cabang ilmu komputer yang berusaha mengembangkan sistem yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang umumnya memerlukan kecerdasan manusia, seperti pengenalan pola, pengambilan keputusan, dan pemrosesan bahasa alami. Dengan kata lain, KA berkaitan dengan penciptaan algoritma dan model yang memungkinkan komputer untuk menjalankan fungsi-fungsi kompleks yang biasanya dilakukan oleh manusia, menjadikannya suatu disiplin yang inovatif dan terus berkembang.

 

Pada kesempatan ini saya mencoba berbagi informasi juga beberapa persiapan rekan-rekan guru dalam mempersiapkan diri untuk menyampaikan materi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifial khususnya pada jenjang Sekolah Dasar.

Berikut beberapa rekomendasi literatur yang mungkin dapat berguna bagi rekan-rekan guru jenjang Sekolah Dasar :

Modul ToT tentang Koding dan KAI :

Modul 1 SD_Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Kurikulum Nasional_Layout (1)<<Disini>>

Modul 2 SD_Berpikir Komputasional sebagai dasar Koding dan Kecerdasan Artifisial_Layout_ok <<Disini>>

Modul 3 SD_Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial Face C_Layout <<Disini>>

Modul 4 SD_Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Face C_Layout <<Disini>>

MODUL 5 SD_modul pedagogi Koding dan KA_layout <<Disini>>


Contoh  Modul Ajar Koding dan Pemrograman Fase C:

Kelas 5 :

Tema materi Matpel Koding dan Pemrograman <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 1 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 2 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 3 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 4 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 5 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 6 <<Disini>>

Kelas 6 :

Tema materi Matpel Koding dan Pemrograman <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 1 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 2 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 3 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 4 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 5 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 6 <<Disini>>


Demikian yang dapat saya bagikan, semoga dapat bermanfaat.


0 comments:

Posting Komentar