This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 03 November 2025

Terapis dan Refleksi

 Terapis dan Refleksi



TERAPIS (Spesialis Refleksologi)

Seorang Terapis Refleksi (Refleksolog) adalah seorang profesional kesehatan komplementer yang memiliki keahlian khusus dalam metode pijat refleksi. Mereka berperan sebagai jembatan antara keluhan fisik atau psikologis pasien dengan proses penyembuhan alami tubuh.

Peran Utama Terapis Refleksi:

  • Penyedia Layanan: Melaksanakan sesi refleksologi dengan memberikan tekanan yang tepat pada titik-titik spesifik di kaki, tangan, atau telinga.
  • Penganalisis Kondisi: Sebelum sesi dimulai, terapis akan melakukan penilaian (asesmen) terhadap kondisi pasien, riwayat kesehatan, dan gejala yang dirasakan untuk menentukan zona refleksi mana yang perlu mendapat perhatian khusus.
  • Pendidik: Memberikan edukasi kepada pasien tentang bagaimana tubuh bekerja, bagaimana titik refleksi berhubungan dengan organ internal, dan memberikan saran perawatan lanjutan di rumah.
  • Fasilitator Relaksasi: Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman, yang membantu pasien mencapai kondisi relaksasi mendalam, yang merupakan kunci untuk mengaktifkan mekanisme penyembuhan tubuh.

Keahlian Kunci: Seorang terapis refleksi yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang peta refleksi tubuh, anatomi, teknik penekanan yang benar, dan kemampuan untuk mendengarkan keluhan pasien dengan empati.

 

REFLEKSI PENGOBATAN (REFLEKSOLOGI)

Refleksi Pengobatan atau yang lebih dikenal sebagai Refleksologi adalah bentuk terapi komplementer yang didasarkan pada prinsip bahwa terdapat zona-zona tertentu (titik-titik refleksi) pada kaki, tangan, dan telinga yang terhubung dengan organ, kelenjar, dan bagian tubuh lainnya melalui jalur saraf.

Konsep Dasar Refleksologi:

  • Peta Zona Tubuh: Refleksologi meyakini adanya "peta" organ tubuh yang tercermin pada telapak kaki dan tangan. Misalnya, titik di ujung jari kaki berhubungan dengan kepala, sementara area lengkungan telapak kaki berhubungan dengan organ pencernaan.
  • Tekanan dan Stimulasi: Dengan memberikan tekanan yang terstruktur dan spesifik pada titik-titik refleksi ini, terapis bertujuan untuk memutus sumbatan energi dan merangsang aliran darah ke organ yang terhubung, sehingga mendorong kemampuan penyembuhan alami tubuh (disebut juga homeostasis).

Manfaat Utama Refleksologi:

Fokus Manfaat

Detail Khusus

Relaksasi & Mental

Mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Merangsang pelepasan hormon kebahagiaan (endorfin) dan meningkatkan kualitas tidur.

Sirkulasi Darah

Melancarkan aliran darah dan oksigen ke seluruh organ vital, yang membantu proses detoksifikasi (pembuangan racun).

Mengatasi Nyeri

Meredakan nyeri umum seperti sakit kepala, migrain, nyeri punggung bawah, dan nyeri saat menstruasi (PMS).

Kesehatan Organ

Membantu menyeimbangkan fungsi sistem saraf dan pencernaan, seperti mengurangi masalah sembelit atau gangguan asam lambung.


Ibadah Umroh

 IBADAH UMROH

 

Ibadah Umroh sering disebut sebagai "Haji Kecil" karena merupakan serangkaian ibadah di Tanah Suci yang dilaksanakan di luar waktu musim Haji. Umroh adalah ziarah ke Baitullah (Ka'bah) di Mekkah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapus dosa-dosa kecil, dan meraih ketenangan jiwa.

1. Ayat tentang Umroh

Arab Latinnya: Wa atimmul-ḥajja wal-‘umrata lillāh(i).

Artinya: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah," (Al-Baqarah [2]: 196).

Arab Latinnya: Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā'irillāh(i), faman ḥajjal-baita awi‘tamara falā junāḥa ‘alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa‘a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm(un).

Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar [agama] Allah. Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui," (QS. Al-Baqarah [2]: 158).

2. Hadits Umroh



Artinya: “Umrah hukumnya wajib, seperti wajibnya haji, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana,” (HR. Anas bin Malik).




Artinya: “Dari satu umrah ke umrah yang lainnya [berikutnya] menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya, kecuali surga,” (HR. Muslim).



Artinya: “Nabi Muhammad saw pernah ditanya perihal umrah, apakah ia wajib? Rasulullah menjawab, ‘Tidak, namun jika engkau berumrah, itu lebih baik bagimu,’” (HR. At-Tirmidzi).

Rangkaian Ibadah Inti (Rukun Umroh):

Rukun Ibadah

Lokasi Utama

Makna Spiritual

1. Ihram

Miqat (batas wilayah)

Niat yang tulus untuk beribadah dan meninggalkan segala larangan.

2. Tawaf

Ka'bah, Masjidil Haram

Mengelilingi Ka'bah 7 kali, melambangkan kepatuhan dan pusat kehidupan spiritual.

3. Sa'i

Safa dan Marwah

Berjalan 7 kali bolak-balik antara dua bukit, mengenang keteguhan Siti Hajar.

4. Tahallul

Marwah/Tempat mencukur

Mencukur atau memotong rambut, sebagai tanda berakhirnya ibadah secara sempurna.

Umroh adalah kesempatan istimewa untuk melihat langsung Ka'bah dan makam Rasulullah SAW, membawa kedamaian dan pengalaman spiritual yang tak terlupakan.


 


  

TRAVEL UMROH: KAWISTA

 


PT. Kawista: Wujudkan Panggilan Suci dengan Hati Tenang

PT. Kawista (Kani Wisata Abadi) hadir sebagai mitra terpercaya Anda untuk menunaikan ibadah Umroh. Kami berkomitmen untuk memastikan setiap langkah ibadah Anda nyaman, aman, dan khusyuk, dari tanah air hingga kepulangan.

3 Pilar Keunggulan Kawista Travel:

  1. Pasti & Terjamin: Kami adalah biro perjalanan yang berizin resmi Kemenag RI. Kami menjamin kepastian keberangkatan, akomodasi, dan visa, sehingga Anda fokus sepenuhnya pada ibadah.
  2. Bimbingan Spiritual Intensif: Kami menyediakan Muthawwif/Muthawwifah (pembimbing ibadah) yang berpengalaman dan memahami fiqih ibadah sesuai Sunnah. Bimbingan dilakukan sejak manasik di Indonesia hingga mendampingi di setiap tempat ziarah.
  3. Fasilitas Premium & Strategis:
    • Penerbangan nyaman (sebutkan maskapai jika direct flight).
    • Hotel berbintang (4/5) yang berlokasi sangat dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (biasanya dalam jarak 100-300 meter).
    • Transportasi Bus AC terbaru dan konsumsi menu khas Indonesia 3 kali sehari.

💼 Paket Unggulan Kawista:

Nama Paket

Durasi

Keunggulan Utama

Harga Mulai

Paket Kawista Berkah

9 Hari

Umroh Reguler dengan hotel bintang 4 dekat Masjid.

Rp 2x.xxx.xxx

Paket Kawista Plus Turki

12 Hari

Umroh Khusyuk dilanjutkan City Tour Istanbul & Cappadocia.

Rp 3x.xxx.xxx

Paket Kawista VVIP

9/12 Hari

Akomodasi Bintang 5 eksklusif dan layanan premium lounge.

Tanyakan Langsung

Jangan biarkan rindu itu hanya menjadi angan. Wujudkan bersama Kawista!

PPIU : 15022300642460003

📞 Hubungi Tim Kami Sekarang:

Admin Ikhwan : wa ( 081 227 2000 97 ) ( 0811 1115 8008 )
Admin Akhwat : wa ( 0812 3005 3880 )

Informasi Jadwal & Pricelist ( DM )
@prabandarukusumo
@asep_pelayantamubaitulloh
@lusiana_okky
Atau klik link yang ada di bio 
@kawistaumroh_indonesia:

Rabu, 03 September 2025

Gema Pramuka ke 53 Kwaran Pamanukan Kwarcab Subang

Kegiatan Gema Pramuka ke 53 Tahun 2025

Kwarcab Subang Kwaran Pamanukan





Kegiatan Gema Pramuka ke 53 Kwarcab Subang Kwartir Ranting Pamanukan bertempat di Lapangan SMK Teknovo dilaksanakan pada hari Senin tanggal 1 September sampai hari Kamis tanggal 4 September 2025.

Pada kegiatan ini dibuka dan diresmikan oleh Bapak Camat Kecamatan Pamanukan dan juga Ketua Kwaran Pamanukan Bapak Uung Mashuri dan dihadiri oleh tamu undangan.



Kegiatan Gema Pramuka ke-53 Kwarcab Subang Kwartir Ranting Pamanukan adalah ajang kompetisi kepramukaan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Pada tahun 2025, kegiatan ini akan menjadi momen penting bagi para anggota pramuka di wilayah Kwarran Pamanukan untuk menunjukkan semangat, kemampuan, dan dedikasi mereka dalam mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma.



Kegiatan ini akan diikuti oleh pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak dari gugus depan di wilayah kecamatan Pamanukan. Gema Pramuka ke-53 bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, wawasan, serta mempererat tali persaudaraan antar-anggota pramuka.


Tujuan dan Sasaran

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk:


Meningkatkan kecakapan dan keterampilan pramuka melalui berbagai lomba.


Mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian.


Memperkuat semangat Tri Satya (Janji Pramuka) dan Dasa Darma (Sepuluh Kewajiban Pramuka) dalam kehidupan sehari-hari.


Menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran pengetahuan antar-anggota pramuka.


Sasaran kegiatan ini adalah seluruh peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai luhur pramuka dalam setiap aspek kehidupan, sehingga mereka menjadi generasi muda yang berintegritas, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.



Rangkaian Kegiatan dan Lomba

Berbagai perlombaan yang menantang dan edukatif telah disiapkan untuk menguji keterampilan pramuka, antara lain:

Lomba Pionering: Mengasah kemampuan peserta dalam membuat konstruksi bangunan dari tongkat dan tali.

Lomba PBB (Peraturan Baris Berbaris): Mengukur kedisiplinan, kekompakan, dan ketegasan peserta.

Lomba Seni Budaya: Menampilkan kreativitas dan semangat regu melalui pertunjukan seni.

Scout Cooking Challenge: Kompetisi memasak dengan bahan seadanya untuk melatih kemandirian dan kerja sama tim.

Selain kompetisi, akan ada juga kegiatan lain seperti api unggun, senam pagi bersama, dan aksi bakti sosial yang bertujuan untuk menanamkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.


Tema Kegiatan: "Satya Kudarmakan Darma Kubaktikan"

Tema "Satya Kudarmakan Darma Kubaktikan" bukan sekadar slogan, melainkan pedoman bagi seluruh peserta.

"Satya Kudarmakan" berarti setiap janji (Tri Satya) yang telah diucapkan harus ditepati dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

"Darma Kubaktikan" berarti setiap kewajiban (Dasa Darma) harus diwujudkan dalam bentuk bakti nyata kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


Dengan tema ini, diharapkan Gema Pramuka ke-53 tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh anggota pramuka untuk merefleksikan dan mengamalkan nilai-nilai luhur pramuka dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

Bapak Camat Pamanukan beserta Bapak Kwaran Pamanukan pada kesempatan tersebut juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendorong terlaksananya kegiatan Gema Pramuka ini khususnya kepada segenap jajaran Yayasan SMK Teknovo yang telah memfasilitasi sarana dan prasarananya.



Jumat, 15 Agustus 2025

KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL

 KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL


Sebagaimana kita ketahui, arah kebijakan pendidikan saat ini menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi tersebut adalah melalui transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi krusial bagi kemajuan bangsa di era digital ini.

 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah merilis Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial yang menjadi landasan filosofi. Naskah akademik ini menggarisbawahi pentingnya integrasi Koding dan KA dalam proses pembelajaran yang memberdayakan guru dan murid untuk menjadi inovator di masa depan.

 

Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan digital adalah dengan penguatan literasi digital, koding, dan kecerdasan artifisial (KA) dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Integrasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KA) dalam pendidikan memungkinkan penggunaan teknologi secara maksimal untuk mendukung pembangunan nasional. Dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, pembelajaran ini mengasah keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah, yang sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing di tingkat global.

 

Mata Pelajaran Koding dan KA bertujuan untuk memampukan peserta didik:

1.     terampil berpikir komputasional untuk menciptakan solusi atau penyelesaian persoalan secara logis, sistematis, kritis, analitis, dan kreatif;

2.     cakap dan bijak sebagai warga masyarakat digital yang literat, produktif, beretika, aman, berbudaya dan bertanggungjawab;

3.     terampil mengelola dan memanfaatkan data;

4.     terampil berkarya dengan menghasilkan rancangan atau program melalui proses koding dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.

 

Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial adalah sebagai berikut:

 

Elemen

Deskripsi

Berpikir Komputasional

Keterampilan problem solving yang berjenjang melalui pemodelan dan melalui simulasi untuk menghasilkan solusi efektif, efisien, dan optimal yang dapat dijalankan oleh manusia atau mesin meliputi penalaran logis, kritis, dan kreatif berdasarkan data, baik secara mandiri maupun berkolaborasi.

Literasi Digital

Kecakapan bermedia digital dengan fokus produksi dan diseminasi konten digital, dengan memahami etika dan keamanan digital.

Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

Mengetahui konsep dasar KA, bagaimana KA bekerja, manfaat dan dampak KA, serta sikap kritis dan etika dalam pemanfaatan KA

Pemanfaatan dan Pengembangan Kecerdasan Artifisial

Kemampuan memanfaatkan KA untuk penyelesaian masalah dan peningkatan efisiensi, serta menciptakan dan memperbaiki sistem KA

Algoritma Pemrograman

Mengembangkan solusi dari berbagai persoalan dengan membaca bermakna dan menulis teks algoritmik terstruktur (logis, sistematis, bertahap, konvergen, dan linier) menjadi kumpulan instruksi berdasarkan paradigma pemrograman

yang menaik secara bertahap dan berjenjang, dapat dikerjakan secara mandiri atau berkolaborasi dengan yang lain.

Analisis Data

Kemampuan untuk menstrukturkan, menginput, memproses (antara lain menganalisis, mengambil kesimpulan, membuat keputusan, dan memprediksi), dan menyajikan data.

 

Mata pelajaran KKA berkontribusi mewujudkan dimensi profil lulusan agar peserta didik memiliki nalar kritis, kemampuan bekerja mandiri, berkomunikasi dan berkolaborasi secara daring merupakan kemampuan penting sebagai anggota masyarakat abad ke-21. Peserta didik juga memiliki kewargaan yang baik, serta menjaga keseimbangan hidup dan kesehatan di ruang digital. Peserta didik diharapkan dapat menjadi warga digital (digital citizen) yang beretika dan mandiri dalam berteknologi informasi, sekaligus menjadi warga dunia (global citizen) yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.

 

Pada jenjang sekolah dasar, hingga modul ini dibuat, belum ada mapel Informatika baik wajib maupun pilihan, sehingga mapel KKA diselenggarakan tanpa harus membandingkan dengan Informatika. Namun di kelas 7 hingga kelas 10, di mana Informatika wajib di seluruh sekolah, pendidik perlu untuk memastikan supaya tidak ada materi yang berulang, khususnya untuk elemen Berpikir Komputasional (BK) dan Literasi Digital (LD). Untuk kelas 11-12, di mana Mapel Informatika dan Mapel KKA sama-sama mapel pilihan, jika keduanya diambil pada sebuah sekolah, maka pendidik penting untuk memastikan setiap elemen baik Berpikir Komputasional (BK), Literasi Digital (LD), Algoritma dan Pemrograman (AP) maupun Analisis Data (Data), tidak berulang.

Mapel KKA yang sifatnya pilihan dan spesifik bagi sekolah yang memiliki kemampuan, lebih diarahkan untuk bisa membangun keterampilan praktis bagi peserta didik sehingga aktivitasnya tidak berhenti dalam kegiatan unplugged namun bisa eksplorasi lebih jauh dengan aktivitas plugged menggunakan berbagai perangkat baik yang tersambung ke internet maupun tidak.

 

Koding :

 

Koding adalah proses mengonversi keinginan manusia menjadi format yang dapat dipahami oleh komputer menggunakan bahasa pemrograman. Koding juga merujuk pada sub-aktivitas dalam pemrograman atau pemberian instruksi kepada komputer dalam berbagai bentuk seperti PC, server, perangkat IoT, robot dan lainnya, yang menerapkan solusi yang dirumuskan melalui berpikir komputasional.

 



 

Koding dan pemrograman adalah dua istilah yang saling terkait, namun keduanya memiliki perbedaan sesuai dengan konteksnya. Koding merupakan proses mengkonversi ide, keinginan, atau solusi menjadi instruksi yang dapat dipahami dan dijalankan oleh sebuah komputer menggunakan bahasa pemrograman. Di sisi lain, pemrograman mencakup semua siklus pengembangan perangkat lunak, mulai dari perencanaan, analisis, desain, pengimplementasian, pengujian, hingga pemeliharaan sistem (McConnell, 2004). Dengan kata lain, seluruh proses pemrograman mencakup koding, tetapi tidak terbatas pada koding itu sendiri.

 

Kecerdasan Artifisial:

 

Para ahli memiliki berbagai definisi terkait kecerdasan artifisial (KA), tergantung pada perspektif masing-masing. Kaplan dan Haenlein (2019) mendefinisikan KA sebagai kemampuan sistem untuk secara akurat menginterpretasikan data eksternal, belajar dari data tersebut, dan menerapkan pembelajaran tersebut untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas tertentu. Sementara itu, Poole dan Mackworth (2010) mengartikan KA sebagai bidang kajian yang fokus pada sintesis dan analisis agen komputasional yang dapat bertindak dengan cara yang cerdas. Russell dan Norvig (2010) lebih lanjut mendefinisikan KA sebagai studi tentang agen cerdas yang mampu menerima persepsi dari lingkungan dan mengambil tindakan. Agen tersebut dapat melakukan proses berpikir seperti manusia (thinking humanly), bertindak seperti manusia (acting humanly), berpikir secara rasional (thinking rationally), dan bertindak secara rasional (acting rationally).

 

Dalam konteks ini, KA mengacu pada cabang ilmu komputer yang berusaha mengembangkan sistem yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang umumnya memerlukan kecerdasan manusia, seperti pengenalan pola, pengambilan keputusan, dan pemrosesan bahasa alami. Dengan kata lain, KA berkaitan dengan penciptaan algoritma dan model yang memungkinkan komputer untuk menjalankan fungsi-fungsi kompleks yang biasanya dilakukan oleh manusia, menjadikannya suatu disiplin yang inovatif dan terus berkembang.

 

Pada kesempatan ini saya mencoba berbagi informasi juga beberapa persiapan rekan-rekan guru dalam mempersiapkan diri untuk menyampaikan materi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifial khususnya pada jenjang Sekolah Dasar.

Berikut beberapa rekomendasi literatur yang mungkin dapat berguna bagi rekan-rekan guru jenjang Sekolah Dasar :

Modul ToT tentang Koding dan KAI :

Modul 1 SD_Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Kurikulum Nasional_Layout (1)<<Disini>>

Modul 2 SD_Berpikir Komputasional sebagai dasar Koding dan Kecerdasan Artifisial_Layout_ok <<Disini>>

Modul 3 SD_Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial Face C_Layout <<Disini>>

Modul 4 SD_Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Face C_Layout <<Disini>>

MODUL 5 SD_modul pedagogi Koding dan KA_layout <<Disini>>


Contoh  Modul Ajar Koding dan Pemrograman Fase C:

Kelas 5 :

Tema materi Matpel Koding dan Pemrograman <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 1 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 2 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 3 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 4 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 5 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 6 <<Disini>>

Kelas 6 :

Tema materi Matpel Koding dan Pemrograman <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 1 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 2 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 3 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 4 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 5 <<Disini>>

Koding dan Pemrograman - Tema 6 <<Disini>>


Demikian yang dapat saya bagikan, semoga dapat bermanfaat.


Kamis, 05 Juni 2025

Menanam Benih Digital Sejak Dini: Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah Indonesia

 

Menanam Benih Digital Sejak Dini: Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah Indonesia








 

                  Di era digital yang terus berkembang pesat, pemahaman tentang teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan fundamental. Di berbagai pelosok Indonesia, benih-benih generasi digital mulai ditanamkan sejak dini. Salah satunya melalui pengenalan coding dan kecerdasan artifisial di bangku pendidikan dasar dan menengah.



                  Bukan lagi sekadar barisan kode yang rumit, coding diajarkan dengan cara yang menarik dan interaktif. Melalui platform visual dan proyek-proyek sederhana, siswa belajar logika, pemecahan masalah, dan kreativitas. Sementara itu, konsep dasar kecerdasan artifisial mulai diperkenalkan, membuka wawasan mereka tentang bagaimana mesin dapat 'belajar' dan membuat keputusan.



                  Di tingkat menengah, pembelajaran semakin mendalam. Siswa tidak hanya belajar dasar-dasar coding, tetapi juga bagaimana mengaplikasikannya dalam proyek-proyek nyata. Mereka belajar berkolaborasi, berpikir kritis, dan berinovasi, mempersiapkan diri untuk tantangan masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi.



                  Keberhasilan внедрения pembelajaran coding dan AI ini tidak lepas dari peran aktif para pendidik yang terus beradaptasi dan berinovasi dalam metode pengajaran. Mereka menjadi fasilitator yang membimbing siswa untuk mengembangkan potensi digital mereka.



                  Kami menyadari betul pentingnya membekali generasi muda dengan literasi digital yang kuat. Pembelajaran coding dan AI bukan hanya tentang menciptakan programmer masa depan, tetapi juga membentuk individu yang melek teknologi, kreatif, dan mampu bersaing di era global.

                  Perjalanan внедрения pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial di pendidikan dasar dan menengah Indonesia memang masih panjang. Namun, semangat dan antusiasme para siswa, guru, dan pihak sekolah menjadi modal berharga untuk mewujudkan generasi digital Indonesia yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi masa depan yang penuh dengan inovasi teknologi.

 

Langkah-langkah Strategis Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial

 

Langkah-langkah Strategis Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial




 

               Arah kebijakan pembelajaran Koding dan KA dirancang untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan era digital. Kurikulum Koding dan KA dikembangkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, yang menekankan penyesuaian dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan zaman, dan tujuan pendidikan. Kurikulum ini mencakup kompetensi yang harus dikuasai peserta didik di setiap jenjang, mulai dari SD hingga SMA/SMK, dengan fokus pada berpikir komputasional, literasi digital, algoritma pemrograman, analisis data, dan etika KA. Pembelajaran Koding dan KA dapat diterapkan melalui intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler, dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomis, dan politis.

 

               Pembelajaran Koding dan KA bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai tahapan perkembangannya. Referensi seperti UNESCO ICT Competency Framework for Teachers (2018), CSTA K-12 Computer Science Standards (2017), dan UNESCO AI Competency Framework for Students (2024) menjadi dasar pengembangan kurikulum. Tahapan penguasaan kompetensi dibagi berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari kemampuan dasar, seperti pemecahan masalah sehari-hari di SD, hingga pembuatan program berbasis teks dan aplikasi KA di SMA/SMK. Penerapan pembelajaran Koding dan KA dapat dilakukan melalui beberapa opsi, yaitu sebagai mata pelajaran wajib, mata pelajaran pilihan, atau terintegrasi dengan mata pelajaran lain. Setiap opsi memiliki pertimbangan tersendiri, seperti ketersediaan guru, sarana prasarana, dan beban belajar peserta didik.

 

               Pembelajaran Koding dan KA dapat menggunakan berbagai metode, seperti pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), pembelajaran berbasis projek (project-based learning), pembelajaran inkuiri dan gamifikasi melalui pendekatan internet-based, plugged, dan unplugged. Media pembelajaran yang digunakan meliputi perangkat digital (komputer, laptop), platform digital, modul interaktif, serta alat nondigital seperti kartu dan papan. Kualifikasi dan kompetensi guru juga menjadi faktor penting, di mana guru perlu menguasai kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial untuk mengajar Koding dan KA secara efektif.

 

               Implementasi kebijakan pembelajaran Koding dan KA dilakukan secara bertahap, dimulai dari sekolah-sekolah yang memiliki kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar. Program bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan guru diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengajar Koding dan KA. Kemitraan multi-stakeholders melibatkan pemerintah, dunia industri, akademisi, komunitas, dan NGO/LSM untuk mendukung implementasi kebijakan ini. Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk menilai proses implementasi dan dampak kebijakan, dengan tujuan memastikan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan komputasional peserta didik. Dengan sinergi antara berbagai pihak, pembelajaran Koding dan KA diharapkan dapat

 

               Langkah-langkah Strategis Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial :

1. Integrasi Koding dan KA dalam Kurikulum

       Menetapkan Koding dan KA sebagai mata pelajaran pilihan pada jenjang SD (kelas 5 dan

·        6), SMP (kelas 7, 8, dan 9), serta SMA/SMK (kelas 10) dengan alokasi waktu 2 jam

·        pelajaran per minggu.

       Untuk jenjang SMA kelas 11 dan 12, alokasi waktu dapat ditingkatkan hingga 5 jam

·        pelajaran, sedangkan untuk SMK kelas 11 dan 12 hingga 4 jam pelajaran, menyesuaikan

·        dengan struktur kurikulum yang berlaku.

       Memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk tetap mengembangkan Koding

·        dan KA dalam bentuk ekstrakurikuler atau mengintegrasikannya ke dalam mata

·        pelajaran lain yang relevan.

2. Penguatan Regulasi dan Capaian Pembelajaran

       Melakukan revisi regulasi terkait struktur kurikulum guna mencantumkan Koding dan KA

       sebagai mata pelajaran pilihan di setiap jenjang.

       Menyusun dan menyesuaikan capaian pembelajaran untuk mata pelajaran Koding dan

       KA agar selaras dengan capaian pembelajaran Informatika.

       3. Pengembangan Sumber Belajar dan Pelatihan Guru

       Mengembangkan buku teks utama dan bahan ajar untuk mata pelajaran Koding dan KA.

       Melaksanakan pelatihan intensif bagi guru SD yang berpotensi mengampu mata

       pelajaran Koding dan KA.

       Menyelenggarakan pelatihan bagi guru Informatika di SMP, SMA, dan SMK terkait

       pembelajaran Koding dan KA.

       Mengoptimalkan pemanfaatan Learning Management System (LMS) untuk pelaksanaan

       pelatihan guru secara luas dan berkelanjutan.

4. Sertifikasi dan Penguatan Kompetensi Guru

       Menyediakan program sertifikasi bagi guru Koding dan KA guna meningkatkan

       kompetensi dan profesionalisme.

       Melakukan revisi regulasi terkait kesesuaian mata pelajaran dengan sertifikasi guru,

       dengan menambahkan Koding dan KA sebagai bidang yang diakui.

       5. Kolaborasi dan Pemantauan Program

       Membangun kemitraan multi-stakeholder dengan berbagai pihak dalam pengembangan

       pembelajaran, pelatihan guru, serta kampanye literasi Koding dan KA.

       Melaksanakan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh aspek

       implementasi Koding dan KA guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.

Rekomendasi di atas perlu diimplementasikan oleh masing-masing unit utama di Kementerian

Pendidikan Dasar dan Menengah sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk memastikan

keberhasilan program secara optimal.