KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL
Sebagaimana kita ketahui, arah
kebijakan pendidikan saat ini menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai
prioritas utama. Salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi tersebut adalah
melalui transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) bukan lagi sekadar tren, melainkan
fondasi krusial bagi kemajuan bangsa di era digital ini.
Kementerian Pendidikan Dasar
dan Menengah telah merilis Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan
Artifisial yang menjadi landasan filosofi. Naskah akademik ini menggarisbawahi
pentingnya integrasi Koding dan KA dalam proses pembelajaran yang memberdayakan
guru dan murid untuk menjadi inovator di masa depan.
Salah satu cara untuk
meningkatkan keterampilan digital adalah dengan penguatan literasi digital,
koding, dan kecerdasan artifisial (KA) dalam kurikulum pendidikan dasar dan
menengah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya saing sumber daya
manusia Indonesia di tingkat global, tetapi juga mendukung percepatan
pembangunan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Integrasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KA) dalam
pendidikan memungkinkan penggunaan teknologi secara maksimal untuk mendukung
pembangunan nasional. Dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang
berkualitas, pembelajaran ini mengasah keterampilan abad ke-21, seperti
berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah, yang sejalan
dengan upaya meningkatkan daya saing di tingkat global.
Mata Pelajaran Koding dan KA
bertujuan untuk memampukan peserta didik:
1. terampil berpikir komputasional untuk menciptakan
solusi atau penyelesaian persoalan secara logis, sistematis, kritis, analitis,
dan kreatif;
2. cakap dan bijak sebagai warga masyarakat digital yang
literat, produktif, beretika, aman, berbudaya dan bertanggungjawab;
3. terampil mengelola dan memanfaatkan data;
4. terampil berkarya dengan menghasilkan rancangan atau
program melalui proses koding dan pemanfaatan kecerdasan artifisial.
Elemen dan deskripsi elemen
mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial adalah sebagai berikut:
|
Elemen
|
Deskripsi
|
|
Berpikir Komputasional
|
Keterampilan problem solving yang
berjenjang melalui pemodelan dan melalui simulasi untuk menghasilkan solusi
efektif, efisien, dan optimal yang dapat dijalankan oleh manusia atau mesin
meliputi penalaran logis, kritis, dan kreatif berdasarkan data, baik secara
mandiri maupun berkolaborasi.
|
|
Literasi Digital
|
Kecakapan bermedia digital dengan
fokus produksi dan diseminasi konten digital, dengan memahami etika dan
keamanan digital.
|
|
Literasi dan Etika Kecerdasan
Artifisial
|
Mengetahui konsep dasar KA,
bagaimana KA bekerja, manfaat dan dampak KA, serta sikap kritis dan etika
dalam pemanfaatan KA
|
|
Pemanfaatan dan Pengembangan
Kecerdasan Artifisial
|
Kemampuan memanfaatkan KA untuk
penyelesaian masalah dan peningkatan efisiensi, serta menciptakan dan
memperbaiki sistem KA
|
|
Algoritma Pemrograman
|
Mengembangkan solusi dari berbagai
persoalan dengan membaca bermakna dan menulis teks algoritmik terstruktur
(logis, sistematis, bertahap, konvergen, dan linier) menjadi kumpulan instruksi
berdasarkan paradigma pemrograman
yang menaik secara bertahap dan
berjenjang, dapat dikerjakan secara mandiri atau berkolaborasi dengan yang
lain.
|
|
Analisis Data
|
Kemampuan untuk menstrukturkan,
menginput, memproses (antara lain menganalisis, mengambil kesimpulan, membuat
keputusan, dan memprediksi), dan menyajikan data.
|
Mata pelajaran KKA berkontribusi mewujudkan dimensi profil lulusan agar
peserta didik memiliki nalar kritis, kemampuan bekerja mandiri, berkomunikasi
dan berkolaborasi secara daring merupakan kemampuan penting sebagai anggota
masyarakat abad ke-21. Peserta didik juga
memiliki kewargaan yang baik, serta menjaga keseimbangan hidup dan kesehatan di
ruang digital. Peserta didik diharapkan dapat menjadi warga digital (digital
citizen) yang beretika dan mandiri dalam berteknologi informasi, sekaligus
menjadi warga dunia (global citizen) yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan YME.
Pada
jenjang sekolah dasar, hingga modul ini dibuat, belum ada mapel Informatika baik
wajib maupun pilihan, sehingga mapel KKA diselenggarakan tanpa harus
membandingkan dengan Informatika. Namun di kelas 7 hingga kelas 10, di mana
Informatika wajib di seluruh sekolah, pendidik perlu untuk memastikan supaya
tidak ada materi yang berulang, khususnya untuk elemen Berpikir Komputasional
(BK) dan Literasi Digital (LD). Untuk kelas 11-12, di mana Mapel Informatika
dan Mapel KKA sama-sama mapel pilihan, jika keduanya diambil pada sebuah
sekolah, maka pendidik penting untuk memastikan setiap elemen baik Berpikir
Komputasional (BK), Literasi Digital (LD), Algoritma dan Pemrograman (AP)
maupun Analisis Data (Data), tidak berulang.
Mapel
KKA yang sifatnya pilihan dan spesifik bagi sekolah yang memiliki kemampuan,
lebih diarahkan untuk bisa membangun keterampilan praktis bagi peserta didik
sehingga aktivitasnya tidak berhenti dalam kegiatan unplugged namun bisa
eksplorasi lebih jauh dengan aktivitas plugged menggunakan berbagai
perangkat baik yang tersambung ke internet maupun tidak.
Koding
:
Koding
adalah proses mengonversi keinginan manusia menjadi format yang dapat dipahami
oleh komputer menggunakan bahasa pemrograman. Koding juga merujuk pada
sub-aktivitas dalam pemrograman atau pemberian instruksi kepada komputer dalam
berbagai bentuk seperti PC, server, perangkat IoT, robot dan lainnya, yang
menerapkan solusi yang dirumuskan melalui berpikir komputasional.
Koding
dan pemrograman adalah dua istilah yang saling terkait, namun keduanya memiliki
perbedaan sesuai dengan konteksnya. Koding merupakan proses mengkonversi ide,
keinginan, atau solusi menjadi instruksi yang dapat dipahami dan dijalankan
oleh sebuah komputer menggunakan bahasa pemrograman. Di sisi lain, pemrograman
mencakup semua siklus pengembangan perangkat lunak, mulai dari perencanaan,
analisis, desain, pengimplementasian, pengujian, hingga pemeliharaan sistem
(McConnell, 2004). Dengan kata lain,
seluruh proses pemrograman mencakup koding, tetapi tidak terbatas pada koding
itu sendiri.
Kecerdasan Artifisial:
Para
ahli memiliki berbagai definisi terkait kecerdasan artifisial (KA), tergantung
pada perspektif masing-masing. Kaplan dan Haenlein (2019) mendefinisikan KA
sebagai kemampuan sistem untuk secara akurat menginterpretasikan data
eksternal, belajar dari data tersebut, dan menerapkan pembelajaran tersebut
untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas tertentu. Sementara itu, Poole dan Mackworth (2010) mengartikan
KA sebagai bidang kajian yang fokus pada sintesis dan analisis agen
komputasional yang dapat bertindak dengan cara yang cerdas. Russell dan Norvig
(2010) lebih lanjut mendefinisikan KA sebagai studi tentang agen cerdas yang
mampu menerima persepsi dari lingkungan dan mengambil tindakan. Agen tersebut dapat
melakukan proses berpikir seperti manusia (thinking humanly), bertindak
seperti manusia (acting humanly), berpikir secara rasional (thinking
rationally), dan bertindak secara rasional (acting rationally).
Dalam konteks ini, KA mengacu pada cabang ilmu komputer yang berusaha
mengembangkan sistem yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang umumnya
memerlukan kecerdasan manusia, seperti pengenalan pola, pengambilan keputusan,
dan pemrosesan bahasa alami. Dengan kata lain, KA berkaitan dengan penciptaan
algoritma dan model yang memungkinkan komputer untuk menjalankan fungsi-fungsi
kompleks yang biasanya dilakukan oleh manusia, menjadikannya suatu disiplin
yang inovatif dan terus berkembang.
Pada
kesempatan ini saya mencoba berbagi informasi juga beberapa persiapan rekan-rekan
guru dalam mempersiapkan diri untuk menyampaikan materi mata pelajaran Koding
dan Kecerdasan Artifial khususnya pada jenjang Sekolah Dasar.
Berikut
beberapa rekomendasi literatur yang mungkin dapat berguna bagi rekan-rekan guru
jenjang Sekolah Dasar :
Modul ToT tentang Koding dan KAI :
Modul 1 SD_Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Kurikulum Nasional_Layout (1)<<Disini>>
Modul 2 SD_Berpikir Komputasional sebagai dasar Koding dan Kecerdasan Artifisial_Layout_ok <<Disini>>
Modul 3 SD_Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial Face C_Layout <<Disini>>
Modul 4 SD_Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Face C_Layout <<Disini>>
MODUL 5 SD_modul pedagogi Koding dan KA_layout <<Disini>>
Contoh Modul Ajar Koding dan Pemrograman Fase C:
Kelas 5 :
Tema materi Matpel Koding dan Pemrograman <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 1 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 2 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 3 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 4 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 5 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 6 <<Disini>>
Kelas 6 :
Tema materi Matpel Koding dan Pemrograman <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 1 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 2 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 3 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 4 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 5 <<Disini>>
Koding dan Pemrograman - Tema 6 <<Disini>>
Demikian yang dapat saya bagikan, semoga dapat bermanfaat.